Pemerintah mempercepat pemulihan korban banjir Aceh Tamiang dengan menyiapkan Hunian Danantara (Huntara) lengkap dengan akses telekomunikasi dan WiFi gratis.
Konektivitas digital dipastikan hadir sejak awal agar warga terdampak bisa segera bangkit, berkomunikasi, dan mengakses layanan penting.
Presiden Republik Indonesia bersama Manajemen Danantara dan pimpinan BUMN meninjau langsung kawasan Huntara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini turut hadir memastikan kesiapan jaringan TelkomGroup di lokasi hunian sementara tersebut.
Kunjungan ini menegaskan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci percepatan pemulihan pascabencana. Negara tidak hanya menyediakan atap, tetapi juga memastikan warga tetap terhubung dengan dunia luar.
TelkomGroup langsung mengambil peran strategis dengan menghadirkan jaringan telekomunikasi andal di kawasan Huntara. Langkah ini memungkinkan masyarakat terdampak segera menempati hunian layak sekaligus melanjutkan aktivitas harian secara lebih aman dan nyaman.
“Hunian Danantara menjadi wujud nyata kehadiran negara. Kami lengkapi fasilitasnya, termasuk WiFi gratis, agar masyarakat tetap terhubung, mudah mengakses informasi, dan mempercepat koordinasi bantuan selama masa pemulihan,” kata Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria dalam keterangannya, Jumat (2/1/2025).
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan konektivitas digital menjadi bagian penting dari pemulihan sosial dan ekonomi warga. Menurutnya, sinergi BUMN mempercepat respons di lapangan dan memperluas manfaat langsung bagi masyarakat.
“TelkomGroup memastikan konektivitas hadir sejak awal. Dengan jaringan yang stabil, koordinasi bantuan berjalan cepat, layanan publik tetap berjalan, dan masyarakat bisa kembali produktif,” ujar Dian.
Dalam tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan 15.000 unit Huntara siap dihuni di tiga provinsi terdampak bencana. TelkomGroup menyatakan siap mendukung layanan telekomunikasi di seluruh kawasan tersebut seiring proses pembangunan.
Untuk tahap awal di Aceh Tamiang, TelkomGroup memasang 28 access point (AP) WiFi, terdiri dari tiga AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam kawasan hunian. Setiap AP melayani hingga tiga rumah. Telkom juga mengoperasikan satu AP WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup.
Ke depan, TelkomGroup akan menambah hingga 63 AP WMS agar konektivitas merata dan stabil di seluruh area Huntara.
Dari sisi layanan seluler, Telkomsel memperkuat jaringan dengan dukungan BTS dari Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta mengoperasikan satu Mobile BTS (Combat) langsung di kawasan Huntara. TelkomGroup juga menyiagakan jaringan optik, sarana operasional, dan relawan BUMN Peduli untuk memastikan layanan tetap berjalan.
Melalui Telkomsat, TelkomGroup menghadirkan layanan internet berbasis satelit dengan teknologi terbaru. Warga Huntara bisa langsung menikmati akses internet gratis tanpa batas melalui WiFi satelit, termasuk di wilayah dengan kondisi geografis menantang.
Pemulihan Jaringan Aceh Capai 95 Persen
Sejalan dengan percepatan pemulihan pascabencana, TelkomGroup telah mengaktifkan minimal satu site di setiap kecamatan di Aceh. Seluruh 289 kecamatan kini kembali terhubung.
Secara keseluruhan, pemulihan jaringan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95 persen. Fokus lanjutan saat ini berada di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Sementara itu, layanan di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali normal.
Pemulihan ini didukung pengerahan 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS, 768 unit genset, serta 776 paket baterai untuk menjaga keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.
Selain infrastruktur, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk ruang aman anak untuk trauma healing, dukungan layanan kesehatan, konektivitas, dan bantuan logistik di titik-titik pengungsian.
Hingga 1 Januari 2026, TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar di berbagai wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup layanan telekomunikasi, dapur umum, logistik, hingga kompensasi pelanggan selama Desember 2025–Januari 2026.
“Sejak awal bencana, kami memprioritaskan pemulihan jaringan agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi. Konektivitas adalah kebutuhan dasar di masa krisis. Kami berharap dukungan ini membantu warga bangkit lebih cepat,” tutup Dian.
Editor:DN














