A-VAKSIN-COVID1

Bill Gates Usahakan Harga Vaksin Corona Murah Meriah

SEATTLE– Harga vaksin Corona mulai dibocorkan beberapa pihak. Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation menyatakan dukungan pada produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India, untuk memberikan 100 juta dosis vaksin Corona pada negara-negara miskin dan berkembang.

Kabar baiknya, sesuai peruntukannya, vaksin Corona itu dihargai murah, kurang dari USD 3 atau Rp 44,2 ribu. Untuk itu, yayasan Bill Gates akan menggelontorkan dana USD 150 juta untuk mendistribusikannya, saat vaksin Corona yang manjur sudah didapatkan.

Dalam dua dekade terakhir, yayasan Bill Gates memang aktif mendukung pengembangan beberapa vaksin, dengan anggaran yang sudah dihabiskan sekitar USD 4 miliar.

Serum Institute sendiri saat ini sudah diminta AstraZeneca, perusahaan farmasi Inggris, untuk memproduksi vaksin Corona buatan Oxford Unversity, seandainya telah terbukti efektif. Jadi kemungkinan, vaksin untuk negara miskin itu adalah buatan Oxford ini.

“Kami mencoba untuk memastikan (vaksin Corona) bisa diberikan tidak hanya untuk negara-negara kaya,” kata Gates, dikutip detikINET dari Vox. Maka ia mendukung vaksin Corona yang kemungkinan harganya tidak mahal, termasuk dari AstraZeneca dan Novavax.

Sebagian kandidat vaksin Corona harganya lebih mahal, misalnya buatan Moderna dan Pfzer, karena memang lebih tinggi biaya produksinya karena menggunakan metode baru bernama RNA. Vaksin tersebut kemungkinan ditujukan untuk negara-negara kaya.

Moderna sudah menyatakan satu dosis vaksin Corona dijual USD 32 sampai USD 37 bagi sebagian konsumen. Jika dirupiahkan di kisaran Rp 465 ribu. Menurut mereka, harga itu lebih rendah dari biasanya karena ada pandemi, mereka sebut sebagai ‘harga pandemi’.

“Karena bagaimana memproduksinya dan kesulitan dalam meningkatkannya, vaksin tersebut cenderung akan lebih membantu di negara kaya. Mereka tidak akan murah harganya,” cetus Gates dalam wawancara dengan Wired.

Gates juga sudah bekerja sama dengan produsen vaksin Corona lain seperti Johnson&Johnson, yang mengejar harga murah, dan mengamankannya untuk diberikan pada negara-negara berkembang atau miskin.

sumber: detik.com




There are no comments

Add yours